
Samsung kembali menggebrak pasar ponsel lipat dengan jajaran terbaru dari Galaxy Z Flip7 dan Fold7 yang dijadwalkan meluncur pada awal Juli 2025. Namun, yang bikin panas bukan hanya desain lipatnya, tapi juga chipset yang akan dipakai. Sejumlah bocoran mengungkap dua opsi berbeda: Snapdragon 8 Elite dan Exynos 2500, tergantung wilayah rilisnya.
Galaxy Z Flip7: Snapdragon untuk Global, Exynos untuk Korea?
Berdasarkan Bocoran Hankyung, Galaxy Z Flip7 disebut-sebut akan menggunakan Exynos 2500 untuk varian yang dijual di Korea Selatan. Sementara untuk pasar global seperti Eropa, India, dan kemungkinan Asia Tenggara termasuk Indonesia, akan dibekali dengan Snapdragon 8 Elite. Hal ini cukup mengejutkan, karena Samsung biasanya justru memberikan Snapdragon untuk pasar Amerika Serikat dan Exynos untuk Asia dan Eropa.
Tetapi, Bocoran firmware yang ditemukan oleh Sammobile menunjukkan bahwa Exynos 2500 akan digunakan bahkan di Amerika Serikat. Jika ini benar, maka ini menjadi kali pertama Samsung memakai Exynos untuk pasar AS pada ponsel flagship lipat mereka.
Chipset Galaxy Z Flip7: Mana Lebih Unggul?
Sejak awal tahun, rumor chipset Galaxy Z Flip7 sudah simpang siur. Pada bulan April, Flip7 dikabarkan akan debut dengan Snapdragon 8 Elite, sebuah chipset flagship dari Qualcomm yang memiliki performa GPU dan CPU sangat tinggi. Namun, belakangan performa Snapdragon 8 Elite dikritik karena thermal throttling dan suhu tinggi pada Smartphone tipis seperti Galaxy S25 Edge.
Oleh karena itu, muncul spekulasi bahwa Samsung akan mengganti ke Exynos 2500 yang diklaim lebih efisien dari sisi pemakaian daya dan lebih stabil dalam hal suhu. Chipset ini adalah SoC 4nm terbaru buatan Samsung sendiri, dan jika benar digunakan di Flip7, maka ini menjadi debutnya di dunia foldable.

Galaxy Z: Strategi Dual SoC Samsung, Masih Membingungkan?
Samsung dikenal sering membagi distribusi chipset berdasarkan wilayah. Misalnya, seri Galaxy S24 FE memakai Exynos 2400e di semua pasar. Tapi lini Galaxy Z Series biasanya selalu mendapatkan Snapdragon di semua pasar, terutama untuk model clamshell seperti Flip. Itulah mengapa banyak pengguna dan pengamat heran jika Exynos digunakan secara global.
Salah satu alasan lain bisa jadi adalah masalah pasokan Snapdragon 8 Elite secara global atau rendahnya yield rate produksi chipset Exynos, sehingga Samsung membatasi pemakaian hanya untuk pasar tertentu.
Performa dan Ekspektasi: Menunggu Galaxy Unpacked Juli 2025
Samsung Galaxy Unpacked 2025 dijadwalkan berlangsung pada minggu pertama Juli, dengan Galaxy Z Flip7 menjadi highlight utama. Desain clamshell dan kemungkinan fitur baru berbasis AI Galaxy menjadi daya tarik tersendiri. Tapi yang paling dinanti tentu saja adalah pengumuman resmi chipset mana yang digunakan di tiap wilayah.
Menurut bocoran spesifikasi, Galaxy Z Flip7 akan memiliki layar lipat AMOLED 6,7 inci, RAM hingga 12GB, dan penyimpanan internal hingga 512GB. Kamera utamanya disebut-sebut akan menggunakan sensor 50MP dual-pixel dengan kamera selfie 10MP di punch-hole depan. Sayangnya, kapasitas baterai masih belum jelas, namun diprediksi sekitar 3.800-4.000mAh.
Galaxy Z Flip7: Strategi Lawan iPhone Fold & Persaingan Foldable 2025
Jika benar Galaxy Z Flip7 menggunakan Exynos 2500 secara global, maka Samsung terlihat serius dalam memperkenalkan teknologi chipset-nya sendiri di segmen premium foldable. Ini bisa jadi langkah penting untuk menyaingi Apple yang digadang-gadang akan memperkenalkan iPhone Fold atau iPhone 17 Air di akhir tahun.
Saat ini, Samsung masih mendominasi pasar foldable secara global. Namun, Brand seperti OPPO Find N3 dan HONOR Magic V2 mulai menggoyang posisi tersebut. Dengan Flip7, Samsung berharap bisa memperkuat kembali posisinya di segmen clamshell flagship.
Harga dan Ketersediaan: Prediksi Berdasarkan Varian Chip
Belum ada bocoran harga resmi untuk Galaxy Z Flip7. Tapi bila mengikuti pola sebelumnya dan berdasarkan spesifikasi flagship dengan Snapdragon 8 Elite, harganya bisa berkisar mulai dari $1,199 USD atau sekitar Rp 20,2 Jutaan (kurs USD 16.825). Jika Exynos digunakan secara luas, bisa jadi harga akan sedikit lebih terjangkau di beberapa pasar seperti India atau Asia Tenggara.
Kesimpulan: Flip7 Jadi Lini Foldable Paling “Eksperimental” dari Samsung?
Dari semua informasi yang beredar, Galaxy Z Flip7 tampaknya menjadi salah satu Smartphone paling eksperimental yang pernah dirilis Samsung, terutama dari segi SoC dan efisiensi. Belum pernah sebelumnya Samsung menyematkan chipset Exynos di foldable clamshell flagship untuk pasar global.
Kita akan segera mengetahui semua jawaban saat Samsung Galaxy Unpacked digelar Juli nanti. Satu hal yang pasti, Galaxy Z Flip7 akan menjadi Smartphone yang menentukan arah masa depan teknologi foldable Samsung, baik dalam hal desain, performa, maupun keberanian mengandalkan teknologi chipset buatan sendiri.
Yuk diskusi! Kamu lebih pilih Snapdragon 8 Elite atau Exynos 2500 di Galaxy Z Flip7 nanti?
Baca Juga:
7jtan.. Hape Mungil Yang Bikin Kesemsem, iKKO MindeOne Pro Review
1jtan.. Hape Ojol, nubia V80 Max! Tahan Banting, Baterai Badak, GPS Presisi!
Mending Beli Mobil atau Laptop seharga 100 juta ya?
17,9jt Resmi Indonesia.. Jaminan Menang Pakai REDMAGIC 11 Pro!!
Bocoran Samsung Galaxy Z Flip 5G, Dari Video Promosi
Seru Nih, Bocoran Pertama Samsung Galaxy M01s
Jika informasi diatas menarik untuk kamu, maka jangan lupa untuk Follow dan Share DHIARCOM NEWS untuk tetap terhubung dan mendapatkan notifikasi update yang lebih menarik lainnya bisa juga subscribe melalui email, Salam Indonesia
Sumber: Notebookcheck, Sammobile







